Panduan menghadapi hujan abu gunung api

Posted on

Panduan menghadapi hujan abu gunung api. Abu vulkanik, sering disebut juga pasir vulkanik atau jatuhan piroklastik adalah bahan material vulkanik jatuhan yang disemburkan ke udara saat terjadi suatu letusan, terdiri dari batuan berukuran besar sampai berukuran halus. Batuan yang berukuran besar (bongkah – kerikil) biasanya jatuh disekitar kawah sampai radius 5 – 7 km dari kawah, dan yang berukuran halus dapat jatuh pada jarak mencapai ratusan km bahkan ribuan km dari kawah karena dapat terpengaruh oleh adanya hembusan angin. Abu yang halus dapat menyababkan radang paru-paru jika terhirup.

Hal-hal yang harus dipersiapkan sebelum hujan abu gunung api.

Untuk menghindari bahaya hujan abu gunungapi, masyarakat diminta untuk tetap berada di dalam rumah selama beberapa jam bahkan beberapa hari. Untuk itu, beberapa hal yang harus dipersiapkan sebelum hujan abu, Panduan menghadapi hujan abu gunung api antara lain:

  • Masker dan kacamata pelindung (lihat dokumen IVHNN “Masker terrekomendasi” www.ivhhn.org
  • Air minum yang cukup, paling tidak untuk 72 jam (3-4 liter per orang per hari)
  • Makanan yang tidak mudah rusak, paling tidak untuk 72 jam, baik untuk keluarga maupun hewan peliharaan
  • Plastik penutup untuk melindungi peralatan elektronik
  • Radio beserta beberapa batare cadangan
  • Lampu emergency, senter dan beberapa batere cadangan
  • Selimut (untuk daerah dingin)
  • Stok obat-obatan yang cukup
  • Kotak P3K
  • Peralatan untuk membersihkan abu/debu, misal: sapu, penghisap debu (vacuum cleaner), sekop
  • Uang cash
  • Peralatan untuk mobil (car tool kit)

Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk persiapan, Panduan menghadapi hujan abu gunung api, adalah sebagai berikut:

  • Tutup pintu dan jendela
  • Tempatkan handuk atau kain basah di ventilasi rumah (lubang-lubang dekat jendela, pintu)
  • Lindungi peralatan elektronik, misal dengan menutupi dengan plastik, dan jangan dibuka sampai seluruh ruangan selesai dibersihkan
  • Putus pipa dan talang pembuangan air untuk mencegah abu menyumbat pipa dan biarkan air dan abu tersebar di sepanjang tanah
  • Jika Anda menggunakan sistem untuk mengumpulkan air hujan sebagai sumber air Anda, segera putuskan sambungan tangki sebelum jatuh abu
  • Jika Anda penderita penyakit pernapasan (bronkitis, asma, ISPA) tetaplah berada di dalam ruangan untuk menghindari abu
  • Persiapkan air dan makanan yang bersih dan mencukupi untuk hewan peliharaan dan hewan ternak Anda
  • Jika Anda memiliki anak, ajari mereka tentang rencana darurat di sekolah maupun di rumah serta persiapkan mainan dan aktivitas yang mungkin dilakukan di dalam ruangan

Apa yang harus dilakukan saat terjadi hujan abu gunungapi, Panduan menghadapi hujan abu gunung api, antara lain:

  • Jangan panik, tetaplah tenang
  • Tetap berada di dalam ruangan
  • Jika berada di luar ruangan, carilah tempat perlindungan, misal gedung maupun mobil
  • Gunakanlah masker, sapu tangan atau pakaian Anda untuk menutup mulut dan hidung
  • Jika peringatan akan abu gunungapi disiarkan sebelum hujan abu, pulanglah ke rumah Anda
  • Jika hujan abu terjadi ketika Anda sedang di luar rumah (kantor maupun bepergian), tetaplah untuk berada di dalam ruangan sampai hujan abu reda
  • Prioritaskan penggunaan telepon Anda untuk telepon gawat darurat
  • Selalu pantau radio lokal untuk informasi tentang aktivitas gunungapi
  • Jangan gunakan lensa kontak karena akan mengakibatkan kerusakan kornea
  • Jika terdapat abu di dalam air, biarkanlah mengendap terlebih dahulu. Gunakan air yang bersih dan tidak keruh.  Jika ada banyak abu di tendon air, jangan gunakan air dalam tandon tersebut untuk mesin cuci maupun mesin cuci piring. Air terkontaminasi abu gunungapi dapat menyebabkan risiko kesehatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *