Informasi seputar Bantul
loginIndeks

Gempa Bantul masih membekas

Reading Time: 2 minutes

Gempa Bantul masih membekas.

Gempa Bumi Yogyakarta Mei 2006 adalah peristiwa gempa Bumi tektonik kuat yang mengguncang Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah pada 27 Mei 2006 kurang lebih pukul 05:55:03WIB selama 57 detik. Gempa Bumi tersebut berkekuatan 5,9 pada skala Richter. Getaran gempa yang terjadi selama kurang lebih satu menit tersebut membuat luluh lantak di beberapa wilayah Jogja.

Kabupaten Bantul terkena dampak terparah. Banyak bangunan rata dengan tanah, ribuan korban meninggal dunia.

Gempa besar 27 Mei 2006 lalu, yang merusak bangunan dan menimbulkan korban jiwa di Yogyakarta bukan yang pertama, berdasar catatan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, pada 10 Juni 1867 gempa dengan kekuatan empat kali dibanding pada tahun 2006 pernah mengguncang Yogyakarta.

Pada tahun tersebut karena begitu dahsyatnya gempa hingga merobohkan Gedung Agung, Benteng Vredeburg, dan menghancurkan tugu menjadi tiga bagian.

Gempa Bantul

Pasca-gempa, masyarakat semakin waspada dan sudah siap dalam menghadapi bencana. Untuk membangun kesadaran masyarakat, salah satunya adalah dengan pembentukan desa tangguh bencana. Gempa Bantul 2006 terjadi sekitar pukul 05.53 WIB, berkekuatan 5,9 Skala Richer mengguncang bumi Yogyakarta sekitar 57 detik, menghancurkan ratusan ribu rumah dan menyebabkan ribuan orang meninggal. Dari data BPBD Bantul, jumlah korban meninggal di wilayah Bantul ada 4143 korban tewas, dengan jumlah rumah rusak total 71.763, rusak berat 71.372, rusak ringan 66.359 rumah. Total korban meninggal gempa DIY dan Jawa Tengah bagian selatan, seperti di Klaten, tercatat mencapai 5.782 orang lebih, 26.299 lebih luka berat dan ringan, 390.077 lebih rumah roboh akibat gempa waktu itu.

Bantul sebagai pusat gempa tahun 2006 lalu. Pusat gempa berada di Sungai Opak di Dusun Potrobayan, Srihardono, Pundong. Mulai dari pundong dusun potrobayan sebagai titik episentrum dan jalur gempa sampai ke Klaten. Saat ini, di lokasi pusat gempa sudah berdiri tetenger atau tugu peringatan gempa Yogyakarta letaknya 300 meter dari pusat gempa yang merupakan tempuran sungai opak dan oya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *